Apa Itu Golongan Syiah dan Apa yang Membedakannya Dari Sunni?

Golongan Syiah, pastinya sebagian dari kita sudah sering mendengar istilah tersebut. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan golongan Syiah? Apakah mereka berbeda dengan golongan lain dalam agama Islam? Mari kita cari tahu beberapa informasi dasar tentang apa itu golongan Syiah dalam artikel ini. Jadi, simak terus ya!

Perbedaan Antara Syiah dan Sunni

Golongan Syiah dan Sunni adalah dua kelompok utama dalam agama Islam. Meskipun keduanya berpegang pada ajaran dasar Islam, terdapat beberapa perbedaan signifikan antara keduanya.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan-perbedaan antara Syiah dan Sunni:

Pola Pemimpin Agama

  • Syiah: Dalam agama Syiah, pemimpin agama (Imam) dianggap mempunyai peran khusus dan dianggap sebagai penerus langsung dari Nabi Muhammad serta memiliki otoritas spiritual dan politik. Mereka meyakini bahwa hanya keturunan langsung dari Imam Ali yang memiliki hak untuk menjadi pemimpin Islam.
  • Sunni: Di pihak Sunni, tak ada kewajiban untuk mengangkat pemimpin agama atau Imam. Mereka percaya agar menjadi pemimpin agama, seseorang haruslah sangat pandai dalam ilmu agama dan diakui kemampuan kepemimpinannya oleh komunitas Islam.

Pendekatan terhadap Kitab Suci

Syiah: Golongan Syiah memiliki kitab tambahan yang mereka anggap sah dan penting, yaitu Nahj al-Balaghah yang berisi khotbah dan ajaran Imam Ali. Selain Al-Qur’an, kitab inilah yang menjadi acuan mereka dalam mengambil hukum-hukum agama dan nasihat spiritual.

Sunni: Sunni hanya mengakui Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber wahyu dan keyakinan mereka. Mereka tidak menganggap Nahj al-Balaghah sebagai kitab yang berarti dan tak mengikutinya dalam peribadatan atau penafsiran hukum agama.

Pemahaman atas Peristiwa Sejarah

Syiah: Syiah memiliki pemahaman dan pandangan sejarah yang berbeda-beda, terutama dalam mengenai peristiwa kematian Imam Ali dan peran-peran lainnya di kalangan Ahlul Bait atau keluarga Nabi. Mereka menempatkan peran politis dan spiritual Ahlul Bait dalam posisi sentral dalam sejarah Islam.

Sunni: Pihak Sunni memiliki pemahaman yang berbeda atas peristiwa sejarah dan menganggap bahwa peran politis dan spiritual Ahlul Bait bukan merupakan hal yang penting dalam sejarah Islam. Mereka lebih menekankan pentingnya pemerintahan umat Islam secara keseluruhan.

Perbedaan dalam Praktik Keagamaan

Syiah Sunni
Menyelenggarakan ritual ziarah ke makam para Imam dan anggota keluarga Nabi Tidak melakukan ziarah ke makam para Imam atau anggota keluarga Nabi
Menggelar upacara berkabung dan berduka yang melibatkan simbologi berdarah-darah pada hari-hari penting dalam sejarah Syiah Tidak melibatkan simbologi berdarah-darah dalam upacara-upacara keagamaan
Menggunakan kursi bertingkat di masjid-masjid sebagai simbol status Imam atau pemimpin agama lainnya Tidak menggunakan kursi bertingkat dan melihatnya sebagai tindakan yang kurang Islami

Pelaksanaan praktik keagamaan ini menjadi salah satu perbedaan yang mencolok antara Syiah dan Sunni, menggambarkan dua budaya keagamaan yang unik.

Sejarah dan Asal Mula Golongan Syiah

Golongan Syiah adalah salah satu golongan dalam agama Islam yang memiliki kepercayaan dan pandangan agama yang berbeda dengan golongan mayoritas Sunni. Sejarah dan asal mula golongan Syiah memiliki beragam versi sesuai dengan perspektif dan keyakinan masing-masing.

Menurut pandangan Syiah, sejarah dan asal mula golongan ini dapat ditelusuri hingga masa hidup Rasulullah Muhammad SAW. Mereka percaya bahwa Imam Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang seharusnya menggantikan Rasulullah sebagai pemimpin umat Muslim, bukan Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan yang merupakan khalifah dalam tradisi Sunni.

Golongan Syiah menganggap bahwa kekhalifahan harus memiliki keturunan langsung dari Rasulullah, dan menurut mereka, Imam Ali merupakan pilihan yang lebih layak karena hubungannya dengan Rasulullah sebagai menantu dan sepupunya. Pada masa kehidupan Imam Ali, golongan Syiah terbagi menjadi beberapa faksi, salah satunya adalah kelompok yang mendukung Imam Ali secara mutlak dan dianggap sebagai Imam yang diyakini memiliki otoritas kerohanian dan politik.

Baca juga:  Apa Itu Penyakit Parkinson? Penjelasan Lengkap dan Gejalanya

Perkembangan dan Pembagian dalam Golongan Syiah

  • Golongan Syiah Imamiyyah: Golongan ini merupakan mayoritas dalam golongan Syiah dan memiliki pengakuan terhadap dua belas imam yang mereka percaya sebagai pewaris otoritas Ilahi. Mereka meyakini bahwa Imam ke-12, Imam Mahdi, akan kembali di akhir zaman sebagai pemimpin yang adil dan membawa keadilan di dunia.
  • Golongan Syiah Zaidiyyah: Golongan ini mengambil nama dari Zaid bin Ali, seorang keturunan Imam Ali bin Abi Thalib. Mereka meyakini bahwa orang yang paling berhak menjadi Imam adalah keturunan Imam Ali yang paling berani, bukan melalui garis keturunan yang terus menerus.
  • Golongan Syiah Ismailiyah: Golongan ini mengakui Ismail bin Jafar sebagai Imam ke-7 mereka. Mereka memiliki pengertian yang berbeda dalam suksesi Imam dan menganggap bahwa kebenaran teologis diperoleh melalui interpretasi imam-imam mereka.

Pengaruh dan Ciri Khas Golongan Syiah

Golongan Syiah memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan kebudayaan dan sejarah Islam. Mereka telah berkontribusi dalam bidang literatur, filsafat, teologi, seni, dan arsitektur. Arsitektur masjid-masjid Syiah yang megah dengan kubah berwarna biru adalah salah satu ciri khas gaya arsitektur mereka. Selain itu, mereka memiliki tradisi budaya seperti dirgahayu yang dirayakan setiap tahun sebagai hari kedatangan Imam Mahdi.

Sejarah dan Asal Mula Golongan Syiah Pengaruh dan Ciri Khas
Golongan Syiah bermula dari perbedaan pandangan mengenai pewaris kepemimpinan setelah Rasulullah, dengan mengakui Imam Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah yang seharusnya. Golongan Syiah memiliki kontribusi dalam bidang kebudayaan, arsitektur masjid, dan memiliki tradisi budaya seperti dirgahayu.

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan asal mula golongan Syiah, diharapkan kita dapat menghargai perbedaan dalam agama Islam dan meningkatkan pemahaman antargolongan dengan saling menghormati dan bertoleransi.

Ajaran-Ajaran Pemimpin Besar Syiah

Pada subtopik kali ini, kita akan membahas mengenai ajaran-ajaran yang diajarkan oleh pemimpin besar Syiah. Seperti yang kita tahu, Syiah adalah salah satu golongan dalam agama Islam yang memiliki beberapa pemimpin besar yang diikuti oleh para penganutnya. Berikut adalah beberapa ajaran yang diajarkan oleh pemimpin besar Syiah:

Ajaran Kebijakan Politik

  • Pemimpin besar Syiah mengajarkan kebijakan politik yang mengutamakan keadilan dan keberpihakan kepada yang lemah.
  • Mereka juga menganjurkan untuk mengatasi ketidakadilan, penindasan, dan korupsi dalam masyarakat.
  • Mereka mempromosikan persatuan dan kebersamaan umat Muslim, serta menentang segala bentuk perpecahan dan pertikaian di dalam umat Islam.

Ajaran Ilmu Agama

Ajaran pemimpin besar Syiah juga berkaitan dengan ilmu agama. Mereka mendorong masyarakat Syiah untuk mendalami ilmu agama secara mendalam, termasuk dalam bidang hadis, tafsir, fiqih, dan sejarah Islam.

Pemimpin besar Syiah juga mengajarkan pentingnya merawat akhlak yang mulia, seperti rendah hati, sabar, dan berbuat baik kepada sesama manusia. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian dan kesalehan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ajaran Ritual Keagamaan

Bagi penganut Syiah, ajaran pemimpin besar mereka juga mencakup ritual keagamaan yang dianggap penting. Salah satunya adalah praktik berziarah ke makam para tokoh agama Syiah, termasuk Nabi Muhammad dan para imam Ahlul Bait.

Baca juga:  Apa Itu Aurora dan Mengapa Fenomena Ini Menarik Untuk Diamati

Di samping itu, pengikut Syiah juga menganjurkan untuk menjalankan ibadah-ibadah sunnah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur’an secara rutin. Mereka juga menekankan pentingnya menunaikan zakat dan membantu sesama yang membutuhkan.

Ada pula praktik ibadah khusus dalam ajaran Syiah, seperti upacara peringatan Ashura yang mengenang gugurnya Imam Husain di medan Karbala. Ritual ini dilakukan dengan mengenang dan meratapi penderitaan yang dialami oleh Husain dan keluarganya dalam pertempuran tersebut.

Ajaran Pemimpin Besar Syiah Mengenai Pembagian Kekuasaan

Pemimpin Besar Syiah Pembagian Kekuasaan
Imam Ali Memegang posisi sebagai khalifah (pemimpin politik) dan juga sebagai imam (pemimpin agama)
Imam Hasan Menolak supremasi dan penindasan yang dilakukan oleh Yazid
Imam Husain Berkorban dalam pertempuran di Karbala untuk melawan kediktatoran Yazid

Pemimpin besar Syiah mengajarkan pentingnya menjaga keadilan dan menentang ketidakadilan dalam pembagian kekuasaan. Mereka mencontohkan tindakan yang adil dan berani, bahkan dengan mengorbankan diri sendiri demi prinsip keadilan dan kebenaran.

Syiah dalam Perspektif Agama Islam

Syiah merupakan salah satu dari dua golongan utama dalam agama Islam, selain Sunni. Dalam perspektif agama Islam, terdapat beberapa subtopik yang perlu dipahami mengenai golongan Syiah. Salah satunya adalah tentang pengakuan terhadap pemimpin agama, yang dinamakan imam. Syiah meyakini bahwa imam-imam mereka memiliki kualitas yang istimewa dan dianggap sebagai pewaris langsung dari Nabi Muhammad. Pemimpin agama tersebut dianggap memiliki otoritas keagamaan yang lebih tinggi daripada para ulama Sunni.

Selain itu, Syiah juga memiliki anggapan mengenai makna yang lebih luas tentang kepemimpinan dalam agama Islam. Mereka meyakini bahwa hanya imam-imam mereka yang memiliki otoritas untuk menafsirkan ajaran-ajaran agama dengan benar dan memberikan petunjuk kepada umat Muslim. Hal ini membuat peran imam sangat penting dalam kehidupan beragama umat Syiah. Pemahaman ini berbeda dengan Sunni, yang memandang bahwa pemimpin imam adalah figur politik dan sosial, sedangkan pemimpin agama diakui oleh kelompok Muslim yang setuju dengan otoritas dan keabsahan mereka.

Perbedaan Ajaran dan Praktik Ibadah

  • Dalam ajaran dan praktik ibadah, Syiah juga memiliki perbedaan dengan Sunni. Salah satunya terkait dengan pelaksanaan salat. Syiah melakukan salat dengan cara yang berbeda dan mengakui tata cara salat yang telah ditentukan oleh para imam mereka. Selain itu, mereka juga memiliki tempat ibadah yang khusus, yaitu Imambara atau Husainiya, tempat umat Syiah berkumpul untuk beribadah dan merayakan perayaan agama tertentu.
  • Syiah juga memiliki praktik ibadah yang unik, seperti ziarah kubur, yang sering dilakukan oleh umat Syiah dengan mengunjungi makam-makam para imam mereka. Mereka percaya bahwa ziarah ini dapat memberikan berkah dan membantu dalam mencapai keselamatan spiritual.
  • Selain itu, ada juga tradisi matam, di mana umat Syiah melakukan pukulan dan tamparan ke dada mereka sendiri untuk mengekspresikan kesedihan dan kesengsaraan atas kematian Imam Husain, yang dianiaya pada peristiwa Karbala. Hal ini menjadi salah satu praktik unik yang biasa dilakukan dalam peringatan Ashura.

Perspektif Lain tentang Golongan Syiah

Dalam perspektif agama Islam lainnya, terdapat pandangan yang berbeda mengenai golongan Syiah. Beberapa pandangan menganggap mereka sebagai kelompok Muslim yang sah, sementara yang lainnya meragukan keabsahan keyakinan dan praktik mereka. Perselisihan mengenai pandangan ini telah ada sejak berabad-abad yang lalu dan masih menjadi perdebatan di antara para ahli agama dan ulama.

Baca juga:  Apa Itu Clash of Clans? Panduan Lengkap untuk Pemula
Perspektif Penjelasan
Perspektif Sunni Beberapa golongan dan ulama Sunni menganggap Syiah bukanlah kelompok Muslim yang sah dan meragukan keyakinan serta praktik mereka yang berbeda.
Perspektif Non-Muslim Berbagai agama non-Muslim juga memiliki pandangan yang beragam. Beberapa menganggap Syiah sebagai cabang Islam yang sah, sementara yang lainnya berpendapat bahwa mereka terlalu berbeda untuk dianggap sebagai Muslim.

Perlu diingat bahwa semua pandangan ini adalah subjektif dan mungkin berbeda-beda tergantung pada sudut pandang dan konteks seseorang.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Utama Syiah

Golongan Syiah adalah salah satu cabang dalam agama Islam yang memiliki karakteristik dan ciri-ciri khas yang membedakannya dengan golongan Sunni. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa hal yang menjadi ciri utama dari golongan Syiah.

Sebagai pendukung ajaran dan kepercayaan Syiah, berikut adalah karakteristik dan ciri-ciri utama yang menjadi pondasi mereka dalam menjalankan keyakinan mereka:

Pemahaman Terhadap Kepemimpinan Ahlulbait

  • Salah satu ciri utama dari golongan Syiah adalah keyakinan mereka terhadap kepemimpinan Ahlulbait, yaitu para keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.
  • Mereka meyakini bahwa hanya keturunan Ahlulbait yang memiliki otoritas dan hak untuk memimpin komunitas Muslim secara penuh.
  • Pemahaman ini berbeda dengan golongan Sunni yang lebih berfokus pada pemilihan pemimpin secara demokratis atau konsensus.

Penekanan pada Konsep Imamah

Salah satu hal yang menjadi ciri khas Syiah adalah penekanan mereka pada konsep Imamah. Imamah merujuk pada keesaan imam yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pemimpin spiritual umat Muslim setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Golongan Syiah percaya bahwa imam-imam ini memiliki pengetahuan dan otoritas ilahi yang tertinggi, dan hanya mereka yang memiliki kemampuan untuk menginterpretasikan agama secara sahih.

Penekanan ini membedakan mereka dengan golongan Sunni yang cenderung lebih fleksibel dalam penafsiran dan kewenangan interpretasi agama.

Konsep Welayatul Faqih

Salah satu karakteristik yang unik dari golongan Syiah adalah pengembangan konsep Welayatul Faqh atau kepemimpinan ulama agama.

Welayatul Faqh Deskripsi
1 Konsep ini menyatakan bahwa para ulama agama yang memahami ajaran agama dengan mendalam memiliki otoritas untuk memimpin dan mengatur masyarakat Muslim secara politik dan sosial.
2 Welayatul Faqh juga menekankan perlindungan hak-hak rakyat dan keadilan sosial.
3 Golongan Syiah meyakini bahwa pemimpin politik harus memiliki pengetahuan agama yang tinggi dan integritas moral yang kuat.

Hal ini berbeda dengan golongan Sunni yang cenderung lebih menjunjung tinggi kekuasaan politik yang tidak terikat dengan pengetahuan agama secara eksklusif.

Terima Kasih Telah Membaca

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang bermanfaat tentang apa itu golongan Syiah. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk saling menghormati perbedaan pandangan agama, sehingga kita bisa hidup harmonis di dalam masyarakat yang multikultural. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin mendiskusikan topik ini lebih lanjut, jangan ragu untuk mengunjungi situs kami di lain waktu. Terima kasih lagi atas perhatiannya, dan sampai jumpa!