Kenali Lebih Jelas Penyakit Hipotermia Serta Gejalanya

penyakit hipotermia

Apakah Anda pernah mendengar seseorang yang sedang mendaki gunung kemudian orang tersebut tidak sadarkan diri karena terserang hipotermia, lalu sebenarnya apa itu hipotermia?

Hipotermia merupakan kondisi dimana seseorang membutuhkan penanganan medis dengan segera, sebab keadaan ini merupakan kondisi yang amat berbahaya, sebab temperatur tubuh menurun sangat drastis dan berada di bawah suhu normal. Suhu tubuh dinyatakan menurun jika suhunya berada di bawah 350C sehingga mengganggu proses metabolisme tubuh dan fungsi tubuh.

Saat temperatur suhu tubuh seseorang jauh berada di bawah titik normal, maka sistem saraf serta fungsi organ lain pada tubuh akan mulai terganggu. Jika hal ini tidak langsung segera ditangani, maka hipotermia dapat berdampak serius terhadap si penderita seperti gagalnya sistem pernapasan dan sistem sirkulasi jantung sehingga akhirnya menyebabkan kematian.

Penyebab Hipotermia

Udara dingin merupakan penyebab utama dari penyakit hipotermia. Namun, ada beberapa pemicu yang dapat menyebabkan kondisi hipotermia, antara lain yaitu:

  • Tidak mengenakan pakaian yang tepat saat naik gunung
  • Berada terlalu lama di tempat yang berhawa dingin
  • Menggunakan pakaian yang basah dalam waktu yang cukup lama
  • Suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah terutama bagi manula dan bayi

Jenis Hipotermia

Kecepatan hilangnya panas pada tubuh yang berbeda-beda pada setiap tingkatannya, maka hipotermia dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

Hipotermia akut atau imersi

Kondisi ini terjadi pada umumnya akibat seseorang kehilangan panas tubuh secara mendadak dan sangat cepat, seperti saat seseorang jatuh ke kolam yang sangat dingin.

Hipotermia akibat kelelahan

Kondisi ini terjadi akibat tubuh seseorang mengalami kelelahan yang amat sangat sehingga tidak mampu menghasilkan panas tubuh sehingga menyebabkan hipotermia

Hipotermia kronis

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia dimana suhu ruangan dinyalakan dengan suhu kehangatan yang kurang, atau juga terjadi paa tuna wisma yang tidur di luar ruangan sehingga menyebabkan panas tubuh menghilang secara perlahan.

Gejala Hipotermia

Terdapat beberapa gejala hipotermia yang sangat beragam bahkan sangat sulit untuk dikenali sebab tergantung pada seberapa rendah suhu tubuh pengidap penyakit ini.

Bayi yang terkena hipotermia akah terlihat sehat, akan tetapi kulit akan terasa dingin serta terlihat berwarna kemerahan. Selain itu bayi juga akan cenderung diam, lemas, serta tidak mau menyusu atau makan.

Pada umumnya penyakit hipotermia akan terus berkembang secara perlahan-lahan, dan hal ini terkadang tidak disadari oleh pengidapnya. Menggigil, lemas, lelah, pusing, mual, lapar, pusing, kulit yang pucat dan dingin, serta napat yang terasa cepat merupakan gejala seseorang terkena penyakit hipotermia.

Jika hal ini dibiarkan sehingga suhu tubuh terus mengalami penurunan hingga di bawah 320C, pada umumnya tubuh pengidap hipotermia tidak akan bisa merespon menggigil lagi. Jika hal ini sampai terjadi berarti tingkat keparahan yang terjadi semakin parah.

Gejala-gejala yang biasanya dialami oleh pengidap hipotermia dengan suhu tubuh sekirat 28 hingga 320C adalah:

  • Lemas atau mengalami rasa ngantuk
  • Bergumam atau bicara tidak jelas
  • Linglung dan bingung
  • Kehilangan akal sehat, seperti membuka pakaian saat sedang kedinginan
  • Sulit bergerak serta koordinasi tubuh mengalami penurunan
  • Napas yang pelan dan pendek
  • Tingkat kesadaran yang menurun

Jika gejala-gejala tersebut tidak ditangani dengan baik dan benar, akan menyebabkan suhu tubuh semakin turun dan akan memicu terjadinya hipotermia yang parah dengan suhu sekitar 280C ke bawah yang akan menyebabkan berbagai hal, seperti:

  • Pingsan
  • Denyut nadi yang lemah dan tidak teratur, bahkan tidak ada denyut nadi sama sekali
  • Pupil mata yang melebar
  • Napas yang pendek

Jika ada anggota keluarga Anda yang mengalami hal-hal tersebut, segeralah bawa ke rumah sakit secepatnya untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Itulah beberapa informasi mengenai gejala dan jenis-jenis penyakit hipotermia, semoga informasi ini dapat bermanfaat.